Pada saat-saat musim penghujan merupakan saat-saat yang paling was-was bagi para orang tua yang mempunyai anak kecil. Apalagi tambahan dengan wabah yang DB (Demam Berdarah) yang sering muncul di saat -saat seperti ini. Sedikit demam, dikhawatirkan DB. Sedikit gejala DB, langsung opname. Rumah sakit penuh. Yang benar-benar DB tidak kebagian tempat opname, menjadikannya terlambat penanganan. Terlambat penanganan menghasilkan hal yang fatal yaitu kematian. Media tahu dan ribut dan jadi permasalah klasik dan ya kalau kata orang media, NO BAD NEWS, NO NEWS
(Kidding)
Walaahhh, jadi nulis wabah DB…
Saya pernah menulis tentang seorang dokter THT di Kota Jambi ini. Namanya dr. Yasril Sari. Dokter yang mumpuni, lulusan kedokteran Universitas Indonesia. Kalau berobat dengan beliau, seperti kuliah 1 (satu) SKS rasanya
Menyenangkan… Diajari, diberi wawasan, diberikan ilmu… Saya yakin dokter Yasril adalah salah satu dokter dari dokter-dokter produk jaman dulu, produk ‘empati‘.Jarang dokter-dokter sekarang seperti ini. Yang ada dokter-dokter sekarang, masuk periksa, kasih resep, panggil pasien lain. Syukur-syukur kalau ditanya apa penyakitnya, dijawab juga sih, tapi standar, kena virus-virus di udara. Dan syukur-syukur juga kalau diberi tahu jika ada pantangan makanan.
Alkisah anak sakit kemarin, sudah ke dokter Yasril, malah demam panas. Kakaknya yang berobat sama, sembuh hanya beberapa hari (padahal sebelumnya bolak-balik diberikan obat yang sesuai dengan resep dokter biasanya, akan tetapi mampir terus penyakitnya). Saya menanyakan kepada seorang saudara yang berprofesi perawat khusus anak-anak, beliau tanya sudah panas berapa hari. Saya menjelaskan, bahwa sebelumnya hari Senin telah ke dokter THT, kemudian hari Rabu demam, jika malam akan tinggi suhu badannya. Karena sekarang sudah hari kedua demam panas, dan sekarang musim DB dikhawatirkan kena DB. Oleh karena itu kami dianjurkan untuk cek darah.
Puji syukur setelah dicek darah, hasilnya normal katanya. Memang setelah melihat angka-angkanya, masih dalam range ukuran. Rata-rata di dalam batas atas normal. Nah inilah nantinya yang diterangkan oleh seorang dokter Yasril yang membuka wawasan kita. Yang jelas, kami diminta untuk melanjutkan obat yang diberikan oleh dokter Yasril Sari.
Malam hari setelah tes darah, anak saya masih demam dan cenderung tinggi pas tengah malam. Menjelang pagi, berangsur-angsur turun. Esok paginya sampai sore totally demamnya hilang dan sudah mulai main-main. Saya sudah cukup senang. Akan tetapi, menjelang petang/maghrib saya mulai khawatir lagi karena demam kembali perlahan-lahan naik. Sehingga kami memutuskan untuk kembali ke dokter Yasril untuk mendapatkan kepastian apakah ada yang salah dengan hidung atau telinga anak kami.
Setelah menjelaskan duduk persoalan kepada dokter dan anak diperiksa, menurut dokter Yasril, tidak ada yang salah dengan telinga atau hidung anak kami. Kami menjelaskan telah memeriksa darah anak dan beliau melihat hasil tes darah tersebut. Beliau menjelaskan, tes darah belum terlihat jika masih demam 2 (dua) hari. Tapi beliau menyarankan untuk khusus mengenai trombosit diperiksa pada hari keempat jika masih demam panas. Dokter menjelaskan trombositnya di batas atas dari batas normal 150 ribu – 420 ribu, anak kami 309 ribu. Akan tetapi, lekosit anak kami terdapat pada batas atas normal. Hal inilah yang menjelaskan terdapatnya infeksi. Memang sih seingat saya waktu SMP atau SMA, kalau ada infeksi terjadi pembelahan lekosit, ya semacam itulah… Oleh karena itu dokter menyarankan jika sudah tidak demam keesokan harinya, berarti demam panas yang ditimbulkan bukan dari Dengue.
Berdasarkan penjelasan dokter bahwa demam panas yang dikhawatirkan pada saat-saat sekarang sebenarnya dihasilkan oleh dua hal yaitu Dengue dan Virus Flu. Dari jenis Dengue, ada yang jenis Dengue Berdarah dan ada yang tidak berdarah. Jenis Dengue Berdarah ini pun jumlahnya relatif kecil dengan Dengue Tidak Berdarah. Nah, yang dikhawatirkan orang sehingga rumah sakit penuh ada Dengue Berdarah, sehingga setiap gejala dengue langsung opname. Orang lupa akan virus-virus flu yang lain.
Virus-virus flu yang lain ini akan datang dan tinggal kepada orang atau si anak selama 4 – 5 hari, dan kemudian virus ini akan pergi dengan sendirinya. Selama tinggal 4 – 5 hari ini mengganggu sistem pertahanan anak dan dengan cara demam-demam dan menimbulkan infeksi. Kebetulan sekali, anak kami sedang batuk pilek dan virus itu datang dan menyerang pertahanan anak. Saya memberitahukan agar dokter dapat menyediakan obat untuk mata anak kami karena anak kami matanya juga belekan. Kemudian dokter menjelaskan mata belekan itu salah satu infeksi yang ditimbulkan virus tersebut, dan dokter mengatakan obat yang diberikannya akan mengobati matanya lewat darah.
Melalui penjelasan dokter di atas, saya kemudian menyimpulkan, virus-virus flu lain inilah yang sering disebut-sebut orang tua jaman dulu atau bahkan orang-orang tua anak sebaya saya yang dikatakan demam pintar atau mau tambah pintar atau mau tambah besar. Walah, walah, bisaan ya para orang tua kita dulu
Saya berharap anak kami hari ini demamnya turun dan hilang. Jika masih demam, kami harus cek darah kembali khusus untuk pemeriksaan trombosit. Semoga Tuhan menjawab doa kami supaya anak kami boleh sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa dan bisa menempuh perjalanan pulang kampung kami minggu depan.
Semoga bermanfaat.